Living With Anxiety (Disorder)

Senin, Mei 14, 2018

Anxiety. Kekahwatiran. Kecemasan. Adalah sesuatu yang normal bagi manusia, yang masih hidup, yang masih punya nyawa, yang masih bernapas, masih bersuara, intinya yang masih manusia. Manusia normal memiliki kadar, 1-40 (dari 100), still normal, hanya saja makin tinggi nilainya mungkin karena sedang banyak pikiran saja, yang penting dibawah 40 masih normal. Saya? 83. Lebih dari cukup untuk mengatakan bahwa saya memiliki anxiety yg akut. Ini berdasarkan tes online yang saya ikuti di beberapa situs tentang anxiety, psikologi, dan intinya dari sekian test itu rata-rata saya mendapat skor 2/3nya, di banyak platform, di banyak tempat, dengan berbagai macam test. Kalau mau lebih jelas, silahkan ke pskiater, atau kalau beruntung ya ada teman yang praktik psikologi dan bisa memberikan konseling. Biasanya berdekatan sama depresi, orang yang memiliki anxiety bisa saja depresi. Awalnya, saya, dikatakan bahwa mendekati depresi, awalnya saya kira begitu, tapi sepertinya tidak, saya tidak merasa diri saya setidak berguna itu. Saya masih produktif dan saya masih memiliki semangat hidup dan memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.


Anxiety yang saya miliki lebih ke scary thoughts, it's bother me the most.  I've living with this for all over the years but i only realize the past two years. It's very hard to have an anxiety disorder in this country. Where depression or anxiety means "you're too far from God" Depresi itu hanya untuk orang-orang yang jauh dari Tuhan. Atau dikatakan sesuatu yang berlebihan, atau 'lebay', setidaknya dua hal itu yang selalu saya temui ketika saya ingin mencari pertolongan seseorang, saya butuh bicara, saya butuh cerita, saya butuh teman bersandar, dan kalau punya pasangan mungkin dia jadi orang pertama yang kita cari, dan nyatanya adalah dua jawaban itu yang selalu saya dengar, dari pasangan sendiri (dulu), tanpa pernah bertanya apa yang menyebabkan saya seperti ini, atau seperti apa trauma yang pernah saya alami. Well, even if that two things are true, at least, you can ask him/her, what happen? right? Don't be judgemental. Well, if you're going through this too, well i am beside you all. This is real disease,  for damn real man! Sometimes you'll get panick attack,  sometimes you get nightmare that makes you cry, you feel hurt in your chest, you can not sleep or too much sleep ( i experience both). Tentu saya tidak dapat sepenuhnya setuju bahwa depresi adalah sesuatu yang disebabkan karna kita jauh dari Tuhan, bukan tentu saja bukan karena ini adalah penyakit. Tapi saya setuju bahwa jalan untuk menyembuhkannya yang utama adalah dengan mendekatkan diri, lebih dekat dengan Tuhan, manusia dan yang lainnya hanyalah perantaranya Allah, yang didatangkan untuk membantu, juga wujud dari doa-doamu.

Apa penyebabnya? most of it is trauma, bad experience, past sorrow, penyesalan atau ketakutan pada masa depan. Saya termasuk pada trauma. Masa kecil yang sudah coba saya lupakan, rasa-rasanya makin kesini makin menghantui, sangat sakit sekali rasanya apalagi tidak ada seorang pun manusia yang saya beritahu, saya sungguh tidak mampu. Terkadang saya bisa menangis tanpa sebab semalaman, atau saya ketakutan pada suatu masalah, atau saya merasa dunia ini runtuh sedangkan sebenarnya tidak terjadi apa-apa. Saya memiliki active imaginations, like my mind start filming things in my head, semuanya berputar, sedikit saja saya diam dan ia sudah mulai, seperti memutar film tentang kehidupan saya sendiri. Entah untuk masa depan, atau untuk masa-masa lalu yang ingin saya perbaiki, kedua hal yang tak dapat saya ubah menjadi nyata. Yang ternyata hanya berhenti di pikiran saya. Oh my god, dan itu terjadi sejak saya kecil tapi tidak pernah saya ceritakan pada satu manusiapun di bumi ini, karena itu saya sering menulis, bercerita, karna hanya disini, ia tabah mendengarkan segala keluh kesah. Saya mencoba berdamai dengan semua keadaan, tapi saya benci ketika imajinasi saya makin mejadi-jadi, segala hal terjadi pada dunia nyata, bukan dunia imajinasi. Rasanya ingin memiliki saklar untuk mematikan pikiran-pikiran itu, tapi ternyata tidak bisa.

This is for real, since it also affect your body health, not only your mental. Like you start sweating, trembling, heart pounding, insomnia, migrains, tension, digestive problems, palpitations or pounding heart, and so on.. Dan dalam kasus saya, itu bisa berhubungan dengan  kesehatan saya hingga ke lambung - kalo lagi kumat efeknya sampai gabisa makan berminggu-minggu, setiap makan mual bahkan sampai muntah, migrain (sangat sering terjadi), sesak nafas dan detak jantung saya yang cepat dan tidak beraturan. Saya sampai menjalani beberapa pemeriksaan jantung, tapi tidak ada apa-apa, sampai akhirnya pada seorang dokter, yang mengatakan bahwa ternyata semua penyakit saya bersumber dari stress, semua dari diri saya sendiri, dari otak saya sendiri. It's very hard since there's no one to care, while when i'm trying to get help, they just disappear. Lebay, they said. Hey guys, whoever you are in this country, if you feel this too, just contact me so may be we can help each other for sure. It did matter when it start to affect your body health. You need friend, you need help, dont do something stupid or something that harms yourself, just DONT! Just seek for help, don't give up i believe someone will come to help you. 


Saya melihat seseorang yang menderita depresi, yang rajin sholatnya, tepat waktu, sholat sunah, puasa sunah, doa malam, sholat malam, sangat rajin, tapi itupun tak serta merta membuang depresinya. Ya karena depresi itu penyakit,  ibadah dan mendekatkan diri pada Allah swt adalah  bentuk usaha kita untuk menghindari penyakit semacam ini (despite of trauma, yang sudah terjadi, yang tidak bisa kamu tolak itu sudah terjadi) agar tidak jatuh lebih dalam lagi, ingat bahwa selalu ada Allah, Allah lagi, Allah terus. Allah yang mendengarkan kamu kapanpun, dan dimanapun, saat tak ada orang yang mau menolong, Allah ada selalu dan sangat dekat dengan kita. Seseorang yang menyakiti kita sejauh dan sedalam apapun, ceritakan pada Allah semata, Allah tau yang terbaik, Allah itu Maha baik, percayalah. Doa doa yang kita panjatkan tiap malam itu sampai di langit-langit Allah, Allah Maha Mendengar, Allah yang dapat mengabulkan semuanya, dengan mudahnya, atas kehendak Allah saja. 

WAJIB. Untuk selalu beribadah dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt. Kalau kamu merasa kehilangan pegangan, ingat lagi bahwa Alqurán dan alhadist sudah seharusnya ada denganmu setiap waktu, itu pegangan kita di dunia, doa-doa yang kau panjatkan dan semuanya. Kalian harus bisa menolong diri kalian sendiri dulu, karena pertolongan pertama pada penayakit ini adalah diri sendiri, bagaimana? Tingkatkan ibadah, Udah itu aja, selebihya Allah yang akan mengirimkan perantaranya, entah, dalam bentuk apapun untuk membantumu. Percaya sepenuhnya hanya sama Allah. Itu juga yang saya lakukan selama ini, kapanpun dan dimanapun itu menyerang saya, istighfar selalu saya lakukan, berdoa, menyebut Allah dan memohon perlindungannya, itu saja. Jadi sedalam dan semenyakitkan apapun saya terluka, atau jika saya sedang terkena serangan, saya selalu berdoa, ya Allah kuatkan hamba, ya Allah bantulah hamba. Dan benar, Allah mengirimkan orang-orang yang percaya pada saya, yang mengerti saya, yang tidak mengatakan bahwa penyakit ini hanya lebay atau orang yang jauh dari Tuhan? Bagaimana orang itu bisa bilang begitu ketika setiap saya terkena serangan, Allah adalah yang selalu pertama saya sebut. Untuk orang-orang diluar sana yang malu, takut, disepelekan karena penyakit semacam ini, yang membaca tulisan ini, jangan takut, mari sama-sama berdoa, Allah akan memberikan kesembuhan, insyaAllah.

Then try to mastering your anxiety. Terima bahwa kamu memang menderita gangguan itu dan mulailah untuk mencoba mempelajarinya. Bagaimana cara menghandlenya, cara mengatasinya dengan lebih baik, cara menghilangkan kekhawatiran-kekhawatiran yang tidak perlu, kalau perlu, berdamai dengan masa lalu, meski itu tidak mudah, juga merupakan hal tersulit bagi saya, hingga sekarang pun rasanya masih mengejar-ngejar dan sering menyerang di saat-saat yang random, membuat saya takut dan menangis sejadinya. Meski masih belum bisa menerima, saya tetap mencoba dan berdoa kepada Allah, saya percaya bahwa Allah akan memiliki jalan yang amat baik. Itu janjinya Allah,

Allah SWT berjanji akan menolong orang-orang yang beriman. 
Sebagaimana firman Allah SWT 

"... Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman." (QS. Ar-Ruum: 47). 

”Allah Pelindung orang-orang yang beriman.... ” (QS. Al-Baqarah: 257). 

"... Sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang- orang yang beriman kepada jalan yang lurus. ” (QS. Al-Hajj: 54). 

"Barangsiapa mengerjakan amal saleh baik laki-laki mau­pun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik." (QS. An- Nahl: 97).


Summary 
Pertama, terima bahwa kita memang memiliki anxiety, lebih dari orang lain, dengan kadar yang lebih dari orang biasanya. Jangan marah, tapi coba kenali jenis anxiety nya kita, social kah, trauma kah, atau masih general. Ini sangat penting untuk proses kita menghandle axiety kita kedepannya.
Kedua, perbanyak doa dan dekat sama Allah, seperti yang sama-sama kita yakini bahwa Allah Maha baik, hanya Allah yang bisa menolong dan menyembuhkan kita, tingkatkan ibadah dan iman kepada Allah.
Ketiga, try to mastering your anxiety. Kamu sudah tau apa yang kamu alami, kamu berdoa dan Insya Allah, Allah akan kasih petunjuk bagaimana cara kamu mengandle nya, kamu mengenali sakitmu sendiri dan kamu harus mampu untuk berjuang dan bangkit, setiap serangan itu datang, kamu tau cara menghandlenya dan akan lebih baik dari hari ke hari hingga rasanya tak perlu sakit lagi :)

Living with acute anxiety is never a pleasant experience, but when you start getting bizarre and painful physical symptoms, it can be absolutely terrifying. In your level of anxiety, you have probably experienced intense digestive problems, overwhelming muscular pains, constant fatigue, uncontrollable dizziness and tremors, and several other disturbing effects. You may sometimes fear that there is something terribly wrong with your health, even though your medical doctors tell you that there is no valid physical cause to your problems. If that’s the case, you need to focus on managing your anxiety since that’s the only way you can hope to reclaim your physical well-being. (www.recoveryformula.com)


You Might Also Like

2 comments

  1. Semua makhluk punya jalan hidupnya sendiri, bersyukurlah jika masih bisa menangis.

    BalasHapus
  2. Persis sama yang aku alamin kak

    BalasHapus

mari meninggalkan jejak :)

Instagram

Subscribe