Solo Backpacker ke Surabaya 3 : Kenjeran Park

Senin, Agustus 15, 2016

3. Kenjeran Park dan Air Mancur Menari dan Suramadu


Surabaya ternyata juga memiliki destinasi wisata yang unik dan menarik, Kenjeran Park. Berbeda dengan Kenjeran lama yang hanya ada pantai saja, di Kenjeran Park terdapat banyak bangunan yang unik salah satunya seperti replika Temple of Heaven di Beijing, China.
Kenjeran Park atau disingkat KenPark menawarkan berbagai macam tempat unik yang bisa kita kunjungi. Mulai dari waterboom, berbagai bangunan unik dan beberapa klenteng yang dibuka untuk umum. Salah satunya patung budha berwajah empat, yang terletak diujung pantai. Ada juga patung Dewi Kuan In dengan para dewa yang disangga oleh dua naga raksasa yang terlihat menjulang indah bila diliat dari pinggir pantai kenjeran.
  

Disana, kita juga bisa berwisata kuliner sambil menikmati sunset di tepi pantai. Ada lontong balap, lontong kupang, sate kerang, dan berbagai macam seafood juga ada. Banyak pilihan buat pengunjung bila ingin makan disana. Jajanan sekedar jagung bakar dan berbagai minuman ringan juga ada.
Beranjak malam, dari ujung pantai kita bisa melihat gemerapan jembatan suramadu. Ya, gemerlap indahnya Suramadu bisa dinikmati juga dari ujung pantai ini. Bila malam minggu, akan ada pertunjukan air mancur yang menari dengan lampu kerlap-kerlip yang indah. Hanya malam minggu dan hanya diputar jam 8 malam, jadi tidak heran menjelang jam tersebut sudah banyak orang memenuhi jembatan.


Lokasi ini bisa diakses dari luar untuk langsung ke jembatan, tapi bagi saya yang sudah terlanjur masuk ke pantai dan sudah berada di ujung, saya putuskan untuk berjalan kaki saja. Disana, saya melewati pemukiman orang madura, tenang saja, warga disana baik. Saya hanya perlu bertaya jalan untuk menuju “embong” yang artinya kalau tidak salah “jalan besar” yang saya maksud adalah jalan menuju jembatan itu dan mereka dengan senang hati menunjukkan jalannya kepada saya. Memang melewati kampung dan jalan-jalan kecil, tidak jarang dilihat warga sekitar, sering-sering mengangguk dan tebar senyum saja. Tidak lama kemudian saya sampai di jalan besar itu. Hmm, tidak begitu jauh untuk saya yang sudah terbiasa berjalan kaki, mungkin sekitar 1-2km berjalan kaki untuk sampai di Jembatan itu, percayalah, sangat ramai malam itu karena pas malam minggu pula. Dari kejauhan pun sudah terlihat kerlap-kerlip lampu yang menyala.
Diana
Fani


Dan disini rupanya saya tidak sendiri lagi, saya menemukan dua dara jelita asli Sidoarjo yang saya temukan di Patung Budha empat wajah, katanya mereka lagi main ke Surabaya, kebetulan rumah si Fani, deket sama lokasi saya akan kondangan besok, haha, bisa kebetulsan gini. Dari awalnya cuma minta tolong fotoin sampai akhirnya kita jalan bareng ke Air Mancur Menari di tepi Pantai Kenjeran yang katanya wisata baru yang lagi ngehits banget, diputar setiap malam minggu dari jam 8 malam. Dan kebetulan pula ketika saya kesana juga malam minggu, tidak heran ramai banget.
Saya, fani dan diana kesana melalui jalan setapak dari kenjeran park. Sebenarnya kalau mau lewat jalan yang benar sih pakai kendaraan, keluar dulu dari Kenjeran Park terus ambil arah kanan lewat jalan besar, tapi udah sampai diujung pantai dan kerlap-kerlip lampunya udah keliatan ditambah lagi kata warga sekitar, bisa jalan aja, yaudah kami nekat. Hahaha.

Kami melewati pemukiman, atau yang mereka bilang kampung, isinya orang madura. Beberapa kali kami bertanya, dan ada ibu-ibu yang menjawab dalam bahasa sedikit indonesia sedikit madura, beberapa masih saya mengerti tapi banyak yang tidak, tapi untungnya fani sedikit-sedikit paham. Dan saya belajar bahasa baru "Embong" yang artinya jalan. Itu aja, haha, dan setiap fani nanya pasti nanya "embong" semula ku kira artinya air mancur ya kan kita mau kesana, ternyata jalan. Dia nanya gimana caranya kita ke jalan besar, haha. Dan akhirnya melewati kampung kecil dan jalan-jalan kecil kalo di jakarta ya kaya jalan di gang-gang itu yang cuma bisa dilewati motor dan ada banyak orang didepan-depan rumah, atau lagi ngumpul-ngumpul dan kami harus banyak-banyak senyum dan bilang permisi. Dan banyak nanya juga sih soalnya bingugin kaya labirin, untuk warganya bisa dibilang lumayan ramah dan nunjukin jalan yang benar ke kita, hehe. Perkampungan itu, kalau di Jakarta, bolehlah dibilang mirip sama Muara Angke, cuma tidak seluas itu, hehe dan akhirnya sampailah kami ke jembatan ramai itu, yang nyalanya kerlap-kerlip. Tapi, belum sampai ke tengahnya karena Diana katanya mau kondangan, dan itu jam setengah 7 an sedangkan air mancur baru akan menari jam 8 nan, tidak mungkin kami menunggu selama itu dan saya pun merasa sudah saatnya pulang, untuk istirahat setelah seharian dari Jakarta, haha. Makasih Diana, Fani! Love you and happy to keep in contact with you! Meski Diana dalam sejam bisa gonta ganti Display Picture super sexy di BBM T.T Tapi overall, kalian asik! Dan aku dapat istilah baru : Pacar Asli dan Pacar Imitasi dari Diana yang cerewet ini T.T haha, tapi kalo gak gitu, gak akan seasik ini kan! Loveyou!
Aku pulang dulu sama uber, haha. Makasih ya udah di bonceng dari pantai kenjeran sampai pinggir jalan raya, meski bonceng bertiga kayak cabe-cabean ahahaa!

You Might Also Like

0 comments

mari meninggalkan jejak :)

Instagram

Subscribe