Aku Angin Engkaulah Samudera

Rabu, Februari 24, 2016


Barangkali pernah dalam hidupmu, engkau memiliki simpul persahabatan yang engkau percaya tak ada tandingannya. Engkau mengandalkannya kadang lebih dibanding engkau mempercayai kemampuanmu sendiri. Engkau mengenangnya seperti halnya Padi melagukan Harmoni. Engkau merasa tidak mungkin berdiri hari ini tanpa dirinya di masa lalu, meski di masa nanti, di mana dia, engkau tak tahu lagi.
Penampakannya “Aku Angin Engkaulah Samudra”-ku sekarang.

Buku ini adalah buku yang sempat saya beli ketika masih di jogja dulu. Saya penyuka buku, suka novel, sastra, roman. Saya suka buku-buku Tere Liye, Sapardi Djoko Damono, sampai Pidi Baiq dan Aan Mansyur saya suka.

Sedikit bercerita tentang buku ini, buku yang menceritakan kisah panjang. Awalnya sempat bosan tapi begitu sampai ditengah perjalanan, menjadi sangat menarik. Meski untuk mengumpulkan mood membacanya saya harus menghabiskan waktu cukup lama. Buku ini berkisah tentang persahabatan Samu dan Maruto. Samudro artinya samudera, dan Maruto yang berarti angin.

Diceritakan dari masa kecil keduanya, hingga mereka harus berpisah ketika Maruto harus berpindah. Kemduian menceritan petualangan masa muda Marutoketika menjadi jurnalis. Banyak kisah yang diceritakan disini, termasuk kejadian Trisakti, menceritakan petualangan Samu yang waktu itu sebagai jurnalis. Petualangannya dengan rekan-rekan mahasiswa, hingga petualanagan ke Aceh, masa perang dengan GAM dimana ia dipertemukan kembali dengan Samu, teman semasa kecilnya itu.

Yang jelas buku ini penuh dengan petualangan seru, dan banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Tentang persabahatan, perjuangan, keberanian dan cinta tentunya :)

Oh ya, 

Ada kejadian menarik yang membuat buku baru saya ini babak belur demikian, dia tergilas mobil2 dan motor yang melaju ditengah jalan akibat terjatuh dari motor saya. Iya, jatuh ditengah jalan pas saya sedang mengendarai motor akibat kecerobohan saya yang hanya menjepitkannya di jepitan motor depan :(

Dan karena saya punya sedikit masalah dengan menyeberang jalan (ngga berani, takut2, terkadang butuh waktu lebih dari setengah jam hanya untuk menyeberang jalan), saya hanya bisa berdiri dipinngir menyaksikan buku baru saya terlindas ban-ban kendaraan bermotor yang berlalu-lalang, engga lama sih.. Tapi kalo nunggu sampe sepi ya bakal lama, untungnya..

Dari belakang saya tiba-tiba ada bapak-bapak bertanya sedikit berteriak (soalnya rame, jadi suara harus kenceng) “Itu bukunya siapa?"

Saya menjawab lirih "saya pak,”.

Ahh, saya rasa beliau tidak perlu mendengar jawaban dari saya, karna sebenarnya beliau pasti sudah tau jika buku itu adalah milik perempuan yang baru saja menyetandarkan motornya dan berdiri dipinggir jalan harap-harap cemas berharap bisa segera ketengah jalan untuk mengambil bukunya yang terjatuh.

Ahh, hebat sekali bapaknya, auranya kuat ya? sampai2 bisa mengendalikan mobil-motor-bis-sepeda-becak yang berlalu lalang dan dengan sigap mengambil buku itu dan segera mengembalikannya pada saya. Keren. Kalo saya yang melambai2kan tangan kayak si bapak, ngga yakin deh tu pengguna jalan pada mau berhenti atau sekedar mengurangi kecepatan sejenak, hhehe.

Usai menerima buku itu, saya langsung mengucapkan terimakasih pada si bapak “Nuwun nggih, Pak”. Saya suka bahasa jawa, suka kromo (walaupun belum mahir, tapi sebisa mungkin kromo, apalagi di Jogja, hehee). Dan bapak itu pun menjawab dengan keras (lagi) “Nggih nggih mbak, sami-sami) dan beiau pun berlalu mengatur motor-motor yang terparkir di depan Apotek itu lagi.

Ketebak kan apa profesi Bapak ini? Yup, tukang parkir. Bukan sekedar tukang parkir, tapi juga seorang Bapak yang mau berbaik hati mengambilkan buku saya yang jatuh ditengah jalan tanpa diminta. Sebuah kebaikan kecil, sederhana, tapi begitu berarti buat saya. Ngga semua orang mau membantu hal kecil kaya gitu. Itu ramai sekali, dan sebenarnya engga pas di depan apotik itu buku ku, terhalang mobil2 yang terparkir, tapi bapaknya tau aja. Kalau saya, tidak yakin setengah jam kemudian bsia ngambil tuh buku, padahal harus segera ngantor >.<

Nuwun Bapak, :)

You Might Also Like

0 comments

mari meninggalkan jejak :)

Instagram

Subscribe