[Belajar Flash Fiction] #FF100Kata Day 1 - 6

Selasa, November 12, 2013

Hehe, saya suka nulis. Dan mumpung lagi ada kontes nulis Flash Fiction 100 kata di http://sindyisme.blogspot.com/2013/11/ff100kata.html Jadi saya putuskan untuk ikutan, hehe. Menantang diri, menjalankan hobby sekaligus mengasah kemampuan menulis saya >.< #padahal masih biasaaa banget >.<

Jadi gini, aturan di #FF100Kata ini, adalah kontes menulis flash fiction. Apa itu? Sederhananya sih kaya cerpen, tapi lebih pendek lagi, kalo biasanya saya nulis di blog saya yang http://fenifauziah.tumblr.com/ itu biasanya 500 sampai 700 kata. 

Nah, kalo #FF100Kata, jumlah katanya HARUS 100 Kata TEPAT! Ngga lebih dan ngga kurang! Nah, itu salah satu tantangannya. #FF100Kata ini sendiri dilaksanakan selama 11 Hari, di Bulan ke Sebelas ini, #eah, #November. Setiap harinya pada jam 6 sore alias pukul 18.00, si empunya writing project ini (@sinshaen) ngelempar satu tema, kita diharuskan buat #FF100Kata deadline nya setiap jam 6 sore hari berikutnya. Dan ini, udah hari ke 6! :D Sudah separuh, hoho,, Dan disini saya mau repost aja sih, hoho, hasil tulisan #FF100Kata saya, hehe, biar gak usang :D *tapi entah juga ide nulis saya jadi kemana-mana, tiap hari beda tema, unik pula, bikin imajinasi jadi makin liar :D jadi nggaktau deh ini hasilnya menurut njenengan gimana, monggo komennya saja, apapun saya terima.. terutama kritikan yang membangun.. nuwun :D
*maap kalo gambar ilustrasinya rada ga nyambung >.<

Day 1 . Tema : SEBELAS. 
Judul : Sebelas Waktu

Sebelas Waktu


"Dik, kenapa masih disitu? Ayo turun!" Suara bising Bibi membuyarkanku.

"Biarin, aku mau disini!" Sahutku keras. Menggangggu saja. Aku masih mau berlama-lama disini. Setidaknya sampai jam sebelas malam nanti, seperti biasanya ditanggal sebelas begini.

"Dasar anak aneh! Sudah malam masih saja nangkring diatas pohon, sudah satu tahun berlalu udik!" Teriaknya lagi.

Aku masih di rumah pohon mungil ini, menanti waktu kesebelas yang dijanjikan Ayah. Katanya, kalau aku berhasil mengalahkannya sepuluh kali bermain catur, kali ke sebelasnya dia akan bercerita mengenai Ibu. Sebuah kata yang tidak aku mengerti. Tetapi dia menghilang, tidak berpamitan.

Ayah selalu menepati janji, suatu saat pasti kembali.

Day 2 . Tema : PERAWAN
Judul : Bintang 

Super Wonder Woman


Aku sedang mengarungi langit diantara para bintang. Kulihat satu yang paling terang, hendak kubawa pulang.

Dengan sigap aku terbang mendekatinya, menukik tajam sesekali berkelok melewati benda langit yang berkeliaran. Jaraknya mungkin satu tahun cahaya, tapi dengan kekuatanku, aku bisa menempuhnya dalam kisaran menit saja. Percayalah, aku adalah wanita paling kuat di planet ini dengan gaya terbang paling keren yang pernah ada.

“Byurrr..” Bintangku padam! Heiii, apa ini? Mengapa diruang angkasa ada hujan?

“Ubiiiii.. Ubiiii.. Banguun Ubiii.. Matahari sudah tinggi. Dasar, anak perawan kok jam segini masih belum bangun. Molor aja kerjaanmu!!” Guyuran air Umi membangunkanku.

Sial, aku bermimpi lagi.


Day 3 . Tema : AMPAS KOPI
Judul : Lelaki

Lelaki


Sore yang indah dengan jingga yang memerah.Yovi sedang menatap lekat cangkir berwarna putih yang ada didepannya. Terlihat juga beberapa teman yang memandangi Yovi seolah ingin melumatnya.

"Ayo!! Cepat! Tunggu apa lagi??!! Segera habiskan itu bencong!!!" Teriak seorang pria didepannya.
Pelan, Yovi terpaksa mengambil cangkir itu kemudian meneguknya, dengan mengernyitkan dahi dan menutup mata.

"Nah, bagaimana menurutmu, Yov?" Tanya salah satu temannya.

“Seperti biasa, menjijikkan!” jawab Yovi.

“Menjijikkan bagaimana? Itu kan hanya ampas kopi. Katanya laki-laki, masak takut sama kopi. Aneh kau!”

Yovi diam saja. Dalam hatinya bergumam “Siapa yang kau sebut dengan lelaki.. Kau memang manusia bodoh yang tak tahu apa-apa..”

 Day 4 . Tema : PANGGUNG
Judul : Andai Hidupku seperti ini..

Andai hidupku seperti ini..

 

"Lila.." Seseorang memanggilku. "Serius sekali. Sudah mahasiswa, masih saja suka kesini."

"Suka saja, tidak usah pakai masih. Memang suka bisa kadaluarsa?" jawabku pelan. Diva membuyarkan konsentrasiku.

Kulihat sekelilingku, kesemuanya anak2 seusia TK / SD. Biarlah, aku tak peduli.

Aku kembali tenggelam dalam permainan diatas panggung . Dengan tokoh2 yang ditusuk2 badannya, didandani sedemikian rupa agar terlihat bahagia. Lalu dikendalikan oleh tangan orang lain yang juga memberi mereka suara. Memang, Kebohongan kelas kakap. 

Tapi aku suka melihat panggung boneka ini, miniatur manusia yang dikendalikan, mengurai jalan cerita yang dibuat sendiri, tentang kebaikan yang kesemuanya berakhir bahagia. Aku suka kebohongan ini.

Day 5 . Tema : SIHIR
Judul : Membangunkan Sang Peri

Membangunkan Sang Peri


Sedini ini Shila sudah memulai petualangannya. Ia terbang dengan sapu tua miliknya. Menebar mantra mengharumkan udara pagi, menyalakan matahari, membangunkan para mawar dan kumbang dengan hangatnya.

Hingga tiba pada tujuannya. Ditempat seorang peri yang selalu ia kagumi. Pelan ia mengusap pipi, mencium kening Sang Peri dan berkata “Peri, bangunlah hai Periku..”

Peri itupun terbangun “Eh, Shila-nya Mama sudah bangun..”

“Bukan ma, aku penyihir, Mama jadi Peri.. Aku terbang kesini untuk menemui Peri paling cantik nomor satu seluruh dunia, Mama..“

“Iyaa sayaang.. kamu juga penyihir paling cantik kesayangan Mama..”

“Andai aku bisa sihir beneran ya Ma, aku mau datangin Papa kesini..”

Day 6 . Tema : BAYI
Judul : Timang Bayiku Sayang

Timang bayiku sayang


“Tidur yaa sayang..” Bisik seorang wanita menimang bayi yang digendongnya. Purnama sudah meninggi, malam sunyi senyap. Tapi wanita itu masih terjaga, menunggu bayinya benar-benar terlelap.

Samar ia mendegar suara langkah kaki mendekat menuju tempatnya berada. Ia mulai gusar, memperhatikan sekeliling, memeluk bayinya erat-erat. Ia ketakutan.

Langkah kaki itu semakin mendekat, tampak seorang wanita berpakaian putih.

“Jangan, jangan ambil bayiku!” Teriaknya.

“Bu Dewi, tenang…. Dedeknya udah bobok. Sekarang, ibu minum vitamin dulu, biar bisa jagain dedek besok..” Ucap halus wanita yang baru datang seraya mengambil boneka dari gendongan Ibu Dewi, wanita yang setahun terakhir dirawat di RSJ Mangunjiwo karena kehilangan bayinya.



You Might Also Like

0 comments

mari meninggalkan jejak :)

Instagram

Subscribe